Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Culture Park ( GWK )

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana Culture Park ( GWK )

Liburan ke Bali tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK). Destinasi wisata ikonik ini diresmikan pada September 2018 dan merupakan rumah bagi mahakarya setinggi 120,9 meter dan lebar 64 meter hasil kreasi seorang maestro Bali, I Nyoman Nuarta. Patung GWK merupakan patung terbesar ke-4 di dunia dan menggambarkan filosofi Dewa Wisnu menunggangi burung Garuda yang berfungsi sebagai simbol kesetiaan, kekuatan dan tanggung jawab.

Patung Garuda Wisnu Kencana terletak di dalam Taman Budaya GWK yang membentang seluas 60 hektar. Selain mengunjungi taman, Anda juga bisa mengikuti tur terpisah untuk melihat patung agung itu sendiri. Aktivitas unik ini akan memungkinkan Anda mengakses titik tertinggi pulau saat Anda menikmati pemandangan panorama Bali sejauh bermil-mil dan mempelajari semua tentang penciptaan dan filosofi di balik patung.

Sebelum menuju area patung, Anda harus membeli tiket masuk seharga Rp. 125.000 per orang dewasa. Setelah itu, Anda bisa berjalan ke patung dan melihat-lihat pemandangan di sepanjang jalan atau menggunakan Layanan Antar-Jemput Patung GWK seharga Rp. 30.000 per orang yang akan membawa Anda langsung ke dasar patung.

Taaman Budaya Garuda Wisnu Kencana Culture Park ( GWK )

Tenang Rasanya dan Yang Tidak Boleh Dilewatkan di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana

Plaza Wisnu, di lantai tertinggi di taman, adalah tempat ditempatkannya bagian atas tubuh Wisnu. Tarian tradisional Bali ditampilkan di sini, dengan patung yang megah sebagai latar belakangnya. Di samping patung itu adalah Parahyangan Somaka Giri – air mancur suci yang konon mengandung kekuatan penyembuhan magis. Air kaya akan mineral penting yang memiliki kemampuan penyembuhan.

Street Theater adalah area komersial utama tempat tur dimulai dan diakhiri. Anda akan menemukan Toko Cinderamata GWK, toko ‘Pasar Seni Bali’, dan gerai pijat refleksi di sini. Kisah Garuda Wisnu Kencana terkait di sini dalam ukiran di empat dinding batu kapur. Tarian Barong juga dipentaskan di tempat ini setiap hari.

Tempat luar ruangan terbesar di taman adalah Lotus Pond, yang dikelilingi oleh blok batu kapur besar yang telah digali. Area 4.400sqm dapat menampung hingga 7.500 orang untuk acara berskala besar yang dramatis, seperti konser musik, peragaan busana mega runway, dan banyak lagi. Bagian kepala garuda dari patung tersebut menjadi latar belakang yang fenomenal.

Pemandangan pulau yang paling indah di daerah tersebut ditemukan di Taman Indraloka. Ini mengadakan acara skala menengah seperti pesta pernikahan, pertemuan perusahaan, dan banyak lagi. Amphitheatre GWK dapat menampung hingga 800 orang dan menampilkan akustik berkualitas tinggi. Sejumlah drama telah dimainkan di sini. Di sinilah juga tempat penyelenggaraan event internasional ‘Bali for the World’ pada tahun 2003 yang dimaksudkan untuk menghidupkan kembali industri pariwisata Bali pasca Bom Bali pada tahun 2002. Jangan lupa untuk menyaksikan tari Kecak yang terkenal di Bali ditampilkan di sini setiap hari pukul 18.30. !

Balairung Dewi Sri adalah nama aula pameran Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK) , berasal dari dewi padi dan kesuburan. Layanan menyenangkan gratis disediakan di sini seperti mengecat kuku, mengepang rambut, dan banyak lagi. Pengunjung juga dipersilakan untuk menonton video fitur pembuatan patung GWK atau Panca Yadnya (lima persembahan suci Hindu Bali). Pengunjung dapat membeli video tersebut di toko suvenir GWK. Tirtha Agung adalah area di mana Anda akan menemukan bagian tangan dari patung Wisnu.

Parade Bali di sekitar taman dijadwalkan pada pukul 17:00 setiap hari. Jendela Bali, sebuah restoran panorama, terletak di area Street Theater. Ini menyediakan makanan Bali otentik dan hiburan sehari-hari. The Berandas adalah tambahan baru di Street Theater, menyajikan prasmanan makan sepuasnya.

Patung Wisnu sendiri direncanakan memiliki tinggi setidaknya 75 meter dan tinggi patung garuda sekitar 70 meter. Berat patung akan menjadi sekitar 4.000 ton. Beberapa bagian dari patung GWK akan dilapisi dengan foil emas. Proyek ini akan memakan waktu penyelesaian yang lebih lama dari yang direncanakan semula karena krisis moneter di Indonesia.